Rabu, 16 Maret 2011

suasana bus

Setiap pagi ku nyalakan sepeda motorku untuk memanaskan mesinnya, ini lah yang ku lakukan setiap pagi sebelum ku melakukan aktivitas yaitu kuliah. Namun ku tidak kuliah naex motor melainkan naik bus yang merupa kan fasilitas yang disedia kan oleh kampus ku untuk kami mahasiswa dan mahasiswi. Pagi ku sudah meluncurkan sepeda motorku ke terminal tempat biasa bus di parkirkan, pagi yang sangat segar dan merupakan sangat pagi untuk ku tiba di terminal hanya berjumpa dengan tukang parkir, dia lah yang selalu menjaga motor kami, pagi itu aku pun menyapa bapak itu, ' pagi pak, sapa ku, ya dik tumben pagi hari ini, tanya nya pada ku, ya pak tak tau kenapa pagi bangunnya, jawabku. 
sudah sekian lama ku ngbrol sama tukang parkir tadi, baru lah datang mahasiswa mahasiswi yang lain, dan teman ku pun datang dan menyapa ku dan kami menunggu bersama, tak lama menunggu bus yang di nantipun terbuka, ini lah hal paling malas ku lakukan jika menunggu bus kami ini, selalu berlarian dan berdorong-dorongan untuk masuk ke dalam bus, yang cepat dia yang dapat, dapat kursi. 
Ku dan teman ku pun berjalan menuju bus, benar kan kita gx dapat tempat lagi, ucapku pada teman ku. Ku pun berdiri bersama teman ku, dan yang lain juga ada yang berdiri, sampai bus pun penuh dan sempit, sudah kayak gak bisa bernapas lagi, ini lah yang kami lakukan setiap minggu, menunggu, berlari, rebutan dan berdiri.
Kapan ini bisa berakhir salah seorang dari kami bicara, namun ku kurang kenal, mungkin fakultas lain, mungkin tahun monyet, kata teman nya, kami yang di dalam bus pun ketawa, iya juga pa mungkin harus begini terus ya nasib kami, kapan bus datang lagi, kata nya ada bantuan tapi gak datang-datang juga, sampai kapan ya.
Kami hanya bisa menunggu hingga ini semua bisa berubah, menjadi kenyamanan bagi kami untuk kuliah, gak mungkin kuliah baju basah karna keringat, gak lucu kan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar